Strategi ASEAN Integrated Food Security Framework dalam Mitigasi Perubahan Iklim untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Asia Tenggara 2021-2025
Deborah Anggreani · Roberto Octavianus Cornelis Seba · Indra Wisnu Wibisono
分析东盟综合粮食安全框架在气候变化下加强东南亚粮食安全的策略与成效。
定性描述分析,基于自由制度主义框架,评估AIFS六支柱及CSA、AFSIS、AP
AIFS框架促进区域大米产量增至1.211亿吨,自给率达121.16%,有效缓解气候冲击。
可延伸研究AIFS框架下实时监测系统(AFSIS)与应急储备(APTERR)在区域粮食安全中的协同优化机制。
主题为东盟粮食安全框架,非三农信息化领域,不相关。
Perubahan iklim memicu bencana hidrometeorologi berulang yang mengancam stabilitas sistem pangan di Asia Tenggara. Sebagai kawasan climate hotspot, disrupsi produksi di negara anggota berdampak langsung pada rantai pasok regional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi ASEAN Integrated Food Security (AIFS) Framework dan Strategic Plan of Action on Food Security (SPA-FS) 2021–2025 dalam memitigasi dampak perubahan iklim guna memperkuat ketahanan pangan kawasan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kerangka Liberal Institutionalism Robert Keohane, studi ini mengevaluasi peran AIFS sebagai rezim regional melalui enam pilar fungsionalnya. Hasil penelitian menunjukkan AIFS berhasil mengintegrasikan agenda mitigasi dan adaptasi iklim berbasis Climate-Smart Agriculture (CSA), optimalisasi pemantauan real-time via ASEAN Food Security Information System (AFSIS), serta pelembagaan cadangan beras darurat melalui ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR). Secara empiris, koordinasi institusional ini mendorong kenaikan total produksi beras regional mencapai 121,1 juta ton dan meningkatkan Self-Sufficiency Ratio (SSR) beras ASEAN hingga 121,16% pada rentang 2021–2025. Penataan kelembagaan AIFS terbukti mampu mereduksi ketidakpastian informasi, memangkas biaya transaksi perdagangan darurat, dan menjaga stabilitas pasokan pangan regional dari anomali cuaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan pangan Asia Tenggara kini sangat bergantung pada keberlanjutan fungsi integrasi kebijakan kawasan.